EUFEMISME DAN DISFEMISME PADA TEKS TERJEMAHAN BERITA MERDEKA.COM.: ANALISIS WACANA KRITIS BERBASIS KORPUS

Main Article Content

Dede Wiharto
Haru Deliana Dewi

Abstract

ABSTRACT


 


Dysphemism and euphemism expressions are frequently used in news texts, especially in hard news reporting on politics, conflicts, and tragedies. This study aims to analyze the change of dysphemism and euphemism expressions in Target Text (TT) Merdeka.com when they are translated from Source Text (ST) BBC.com. This study was descriptive qualitative research with linguistic data corpus and used critical discourse analysis proposed by Van Dijk in analyzing the meaning of each expression based on a semantic lexical approach. The data used in this study were corpus parallel data taken from 25 ST and 25 TT. The result of this study shows that dysphemism is mostly found in ST which is 65% while euphemism is only found in 35%. This study also reveals that some dysphemism and euphemism expressions change when they are translated to TT, namely euphemism into dysphemism by 23%, dysphemism into euphemism by 7.57%, deletion of dysphemism by 1.01%, and addition of dysphemism by 0.5%. Based on these results, it can be concluded that dysphemism is mostly found in ST and TT and both dysphemism and euphemism can change when they are translated into TT to be adjusted with the condition of the TT reader.


Keywords: translation, euphemism, dysphemism, critical discourse analysis, corpus.


 


ABSTRAK


 


Ungkapan disfemisme dan eufemisme sering digunakan dalam teks berita terutama pada berita hard news yaitu tentang politik, konflik, dan tragedi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat perubahan ungkapan disfemisme dan eufemisme pada teks sasaran (TSa) berita online Merdeka.com yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dari teks sumber (TSu) berita online BBC.com. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan data korpus linguistik dan teori analisis wacana kritis Van Dijk dengan pendekatan makna semantik leksikal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data paralel korpus yang diambil dari 25 TSu dan 25 TSa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ungkapan yang mendominasi pada data korpus TSu adalah ungkapan disfemisme yaitu sebesar 65% sedangkan ungkapan eufemisme hanya ditemukan sebesar 35%. Hasil lainnya yang ditemukan adalah beberapa ungkapan disfemisme dan eufemisme mengalami perubahan pada TSa yaitu perubahan eufemisme menjadi disfemisme sebesar 23%, perubahan disfemisme menjadi eufemisme sebesar 7,57%, penghapusan ungkapan disfemisme sebesar 1,01 %, dan penambahan ungkapan disfemisme sebesar 0,5%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ungkapan disfemisme adalah ungkapan yang lebih banyak ditemukan pada TSu berita hard news dan baik ungkapan disfemisme maupun eufemisme dapat mengalami perubahan ketika diterjemahkan dalam TSa untuk disesuaikan dengan kondisi pembaca berita TSa.


 


Kata kunci: terjemahan, eufemisme, disfemisme, analisis wacana kritis, korpus

Article Details

Section
Articles